belajar dari abdi negara

Home 9 Uncategorized 9 belajar dari abdi negara

Sekitar beberapa waktu lalu, kami di Maxima dan Pemimpin.id akhirnya mengeluarkan inisiatif yang bernama ASN Academy. Ini sebenarnya obrolan udah lama bareng mentor kami, bang Salman. Waktu itu pemikirannya sederhana; kenapa banyak inisiatif sosial, atau gerakan pemberdayaan yang lahir dari civil society, tapi kenapa elemen civil servant, sebagai salah satu elemen yang banyak di masyarakat malah sering ketinggalan. Ketinggalan ini bukan berarti gak ada intensi yang sama, tapi bisa jadi selama ini gak diajak.

Bayangkan, dari ribuan orang yang tiap tahun masuk ke institusi pemerintah, tentu banyak juga yang memiliki jiwa-jiwa pembaharu, semangat dan idealisme untuk memperbaiki negara dari dalam sistem. Bisa dibayangkan, tantangan yang mereka hadapi tentu gak main-main. Kita yang diluar sistem, mungkin bisa dengan mudahnya menunjuk segala macam alasan kebobrokan, birokrasi, pemimpin yang korup, sistem yang penuh kebocoran dan lain semacamnya. Pernahkah kita membayangkan, apa yang bisa kita lakukan untuk mendukung saudara-saudara kita yang tengah berjuang juga didalam sana?

Inisiatif ASN academy sebenarnya muncul karena kitalah, elemen yang selama ini diluar, membutuhkan konektivitas dan berbagi praktik baik untuk saling menguatkan. Justru karena ditengah banyak keterbatasan dan kekakuan sistem, selalu ada ASN muda yang menerobos dan membuat inovasi. Sebagian tercium media dan menjadi percakapan, sebagian lain mungkin diam-diam senyap, karena lebih penting diam-diam menyelamatkan uang negara daripada ramai berbicara dan diterkam duluan oleh predator diluar sana.

Satu bulan berjalan, saya banyak dibuat terkagum-kagum oleh semangat para peserta. Peserta 50 orang ini disaring dari lebih 100 calon peserta dari berbagai institusi di seluruh Indonesia. Betul kata orang, bahwa antusiasme itu menular. Coba kita bayangkan, bagaimana menjalankan sesi-sesi materi ASN dimana kita mulainya justru di bulan Ramadan. Hampir semua sesi justru dimulai baru setelah ibadah solat tarawih, artinya efektif baru mulai jam 20.30. Bukan hanya itu, ada banyak peserta yang berada di timur Indonesia. Artinya, untuk rata-rata sesi yang selesai jam 10 malam lebih, bisa dipastikan mereka juga tidur dini hari. Dan ini bukan sekali-dua kali, karena hampir di setiap sesi, selalu hadir lengkap teman-teman peserta yang bertebaran dari mana-mana.

Perjalanan ini baru awal. Saya berharap alumni angkatan pertama ini akan jd motor bermunculannya banyak inisiatif yang bisa mengakomodir berbagai variasi minat, keahlian dan gerakan dari medan perjuangan yang berbeda-meda. Ini adalah era dimana kita tidak hanya butuh satu kanal. Berbeda-beda tidak apa-apa selagi kita punya tujuan yang sama, mengaktivasi para change agent ASN di berbagai tempat. ASN Academy akan bisa menjadi rumah dari berbagai inisiatif abdi negara di manapun mereka berada. Saya mengucapkan terima kasih atas kepercayaan peserta kepada kami dalam menjalankan program ini. Karena ini program milik bersama, sambil jalan, mari kita sama-sama berpikir untuk terus melakukan continuous improvement untuk program ke depannya.

Terima kasih untuk memberikan pelajaran kepada kami, bahwa harapan perubahan bangsa ini juga dibawa dengan baik semangatnya oleh teman-teman ASN didalam sistem. Semoga kita semua diberikan kekuatan untuk terus terjaga dan bersama bahu membahu berjuang.
Panjang umur perjuangan 🙂