Beberapa hikmah yang saya tulis ini saya dapatkan dari Kitab Fawaid yang dikarang oleh Ibnu Qayyim al-Jauziyah, seorang ulama besar, murid dari Syaikh Ibnu Taimiyyah. Dalam pengantar cetakan buku oleh Pustaka Asy-Syafi’i, Ibnu Qayyim digambarkan sebagai seorang yang mendorong orang-orang Islam kepada keluwesan berpikir, menjauhi taklid, dan mematahkan upaya orang-orang yang mempermainkan agama. Selain pembahasan tentang syariat sebagaimana tercantum dalam Alquran dan Hadits, kitab Fawaid kental dengan isi yang terkait dengan hikmah-hikmah kehidupan. Ibnu Qayyim memang dikenal sebagai ulama yang kental dengan syair-syair cinta seorang hamba kepada sang Khalik. Berikut adalah beberapa kutipan yang hari ini saya tuliskan ulang:

  • Tulisan takdir Kami untukmu telah jelas, namun upayamu untuk mewujudkannya begitu lemah.
  • Jika kamu ingin menemukan-Ku, carilah Aku di sisimu. Carilah Aku dalam dirimu, niscaya kamu akan mendapati-Ku begitu dekat. Jangan mencari-Ku pada selain dirimu, karena Aku lebih dekat kepadamu daripa yang selainmu.
  • Wahai orang yang diberi makan dengan air susu kebajikan dan dirawat dengan tangan kelembutan! Ketahuilah, bahwasanya segala sesuatu itu ibarat pohon, sedang engkau adalah buahnya; segala sesuatu itu rupa semata, sedang engkau adalah nyawanya; segala sesuatu itu adalah rumah kerang, sengkan engkau adalah mutiaranya; dan segala sesuatu itu adalah ampas susu, sedang engkau adalah sarinya.
  • Ketahuilah kadar sesuatu yang telah hilang dari hati Ada, dan menangislah dengan tangisan orang yang mengetahui kadar sesuatu yang hilang itu.
  • Jika Anda telah menghirup angin malam (maksudnya, banyak melakukan ibadah malam), nisacaya hati Anda yang mabuk itu akan sadar kembali.
  • Siapa saja yang menganggap jauh perjalannya, niscaya akan gontai langkahnya: engkau bukanlah seseorang yang rindu jika berucap, “di antara kita ada malam-malam panjang atau perjalanan jauh.”
  • Tahukah Anda bahwa orang yang teguh keyakinannya adalah orang yang apabila menginginkan sesuatu, maka ia memancangkan tekad yang kuat di pelupuk matanya.
  • Jika musim panas menerpa hati, musim hujan harus singgah di mata (maksudnya kehangatan iman dan cinta menuntut seseorang untuk menangis dan takut kepadaNya)
  • Beban orang yang beribadah malam akan terasa ringan ketika mereka menyadari bahwa suara mereka didengar oleh Allah.
  • Siapa saja yang terbayang olehnya perihal akhirat, ringanlah baginua berpisah dengan dunia.
  • Wahai pengayuh langkah-langkah kesabaran, bersabarlah, sebab sedikit lagi engkau akan sampai ke tujuan.
  • Ingatlah manisnya kesuksesan, niscaya ringanlah pahitnya perjuangan.
  • Cita-cita tertinggi adalah cita-cita orang yang mempersiapkan diri untuk bertemu dengan Sang Kekasih dan mengutamakan hal-hal yang perlu diprioritaskan menjelang pertemuan itu, sehingga ia dapat mersa puas ketika bersua dengan Sang Kekasih; sebagaimana firman Allah: “Dan utamakanlah (yang baik) untuk dirimu.” QS. AlBaqarah: 223.